ELISABET JAYA

ELISABET JAYA
Enjoy Your Time Here

Rabu, 16 Oktober 2013






Erick Thohir: Dari Bisnis Makanan, Media, lalu Beli Inter Milan

Jakarta - Pengusaha muda asal Indonesia Erick Thohir akhirnya resmi mengambil alih mayoritas kepemilikan saham Inter Milan dari tangan Massimo Moratti.

Moratti yang merupakan Presiden klub sepak bola ternama asal Italia ini memastikan bahwa dirinya melepas mayoritas saham Inter Milan kepada pengusaha Indonesia Erick Thohir.

Rencananya, Erick akan memiliki 70% saham Inter, yang nilainya ditaksir Rp 5,2 triliun. Lalu, seperti apa perjalanan bisnis putra dari pengusaha sukses Teddy Thohir ini?

Erick yang lahir di Jakarta pada 30 Mei 1970 ini memang mewarisi jiwa bisnis yang kuat dari ayahnya. Adik dari pengusaha Garibaldi Thohir ini mulai berbisnis makanan (restoran) dengan merek Hanamasa dan Pronto di awal tahun 1993-1998, yang merupakan salah satu "warisan" bisnis dari ayahnya.

Erick yang meraih gelar bachelor untuk advertising dan master di bidang marketing lulusan Amerika Serikat (AS) ini mulai mencari peruntungan dari bisnis makanan ke bisnis trading bersama rekan semasa kuliahnya M. Lutfi, Wisnu Wardhana, dan Harry Zulnardy.

Pada tahun 1996-1997 Erick membentuk perusahaan trading mulai dari semen, pupuk, beras, kapur, dan bahan kebutuhan lainnya. Perjalanan bisnis bersama ketiga sahabatnya itu terbilang sukses karena Lutfi tukang lobi yang bagus, Erick pedagang yang bagus, Wisnu tukang hitung yang bagus dan Harry treasuryyang bagus, membuat bisnis ini berjalan beriringan.

Sekitar tahun 2000, Erick bersama Lutfi mulai merambah bisnis media dengan membeli perusahaan billboarddan radio, hingga media cetak seperti Republika dan Golf Digest yang merupakan perusahaan di bawah Mahaka Media.Republika merupakan perusahaan go public dengan kepemilikan saham mayoritas Erick Thohir sebesar 61%, Lutfi 20%, dan sisanya publik. Rosan P. Roeslani juga ikut beli melalui Recapital, dari situlah bisnis media yang dipegang Erick bertumbuh di bawah bendera Mahaka, mulai dari koran, radio,online, dan terakhir Alif TV.

Saat ini, Erick punya dua bendera, Mahaka Media dan Alif. Mahaka Media untuk media dan Alif untuk entertainment company. Alif ini menaungi produk-produk terkait hiburan.

Tak puas hanya dengan grup Mahaka Media, Erick menggandeng pengusaha muda Anindya Bakrie untuk bergabung di TVOne. Walaupun hanya sebagai pemegang saham minoritas, namun posisi Erick cukup mumpuni yaitu sebagai Direktur Utama PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) yang merupakan induk usaha dari TVOne. Mayoritas saham milik keluarga Bakrie sekitar 90%.

Selain memiliki sejumlah media di Indonesia, Thohir sebelumnya sudah mengakusisi beberapa klub olahraga. Bersama sebuah konsorsium, Thohir menjadi pemilik klub NBA Philadelphia 76ers, lalu pada 2012 lalu dia menjadico-owner klub DC United bersama Jason Levien.

Erick, yang menjadi Chief de Mission kontingen Indonesia di Olimpiade 2012, adalah pengusaha yang juga memiliki tim basket Satria Muda BritAma dan Indonesia Warriors. Selain itu, dia juga punya kepemilikan saham di klub MLS, DC United.

Minggu, 13 Oktober 2013

MEMBANGUN KARAKTER DIRI



Setiap manusia pasti ingin menjadi lebih baik dari sebelumnya, begitu juga dengan kita. Kita semua pasti menginginkan diri kita bisa menjadi diri yang lebih baik daripada diri kita yang sebelumnya, untuk itulah dalam hidup ini kita terus saja belajar membangun karakter diri untuk menjadi lebih baik. Walaupun seseorang tersebut sudah meraih banyak penghargaan, pasti dia tetap ingin menjadi individu yang lebih baik lagi dengan membangun karakter diri mereka sendiri.


Suatu perubahan pun tidak begitu saja bisa kita lakukan, karena semua yang ada di sekitar kita tidak semuanya dapat kita ubah. Hal – hal yang dapat kita ubah pikiran, perasaan, kebiasaan kita, dan seterusnya. Dan yang tidak bisa kita ubah adalah hari lahir kita, ortu kita, semua pengalaman hidup kita, dan seterusnya. Maka ubahlah terhadap hal - hal yang bisa kita ubah. Dan terimalah hal – hal yang tidak dapat diubah tersebut.

Memang dalam proses membangun karakter diri yang lebih baik itu banyak sekali halangannya, seperti malas, bosan, godaan dari luar diri kita, serta tidak mendukungnya segala fasilitas yang kita butuhkan untuk terus belajar membangun karakter diri menjadi lebih berkualitas. Namun jika kita memang harus menjalani itu untuk menjadi karakter yang lebih baik, mengapa tidak? Jika kita ingin benar-benar merasakan kemenangan atas diri kita, maka kita harus menjalaninya meskipun kita harus merayap setapak-demi setapak untuk mencapainya. Karena pencapaian terbesar akan datang ketika halangan besar mampu kita lewati.

Jika kita beralasan kegagalan yang kita peroleh karena hambatan tertentu dan tidak bisa melanjutkannya, berarti kita telah menyerah dan menanamkan pada diri kita bahwa kita tidak mampu. Padahal jika memang jalan itu adalah jalan benar yang harus kita lalui, kita tidak boleh menyerah begitu saja dan kita harus bangkit dan mengusir hambatan itu untuk terus melangkah maju.

Jadi tidak peduli sekuat apapun halangan yang ada, kita harus lebih kuat dan harus tetap percaya diri dan yakin bahwa diri kita pasti mampu untuk terus membangun karakter diri kita menjadi lebih baik lagi, dengan begitu jika kita mampu menaklukan seluruh rintangan yang ada dalam diri kita, maka kita bisa menjadi seseorang yang memiliki karakter tak tertandingi. Jadi mari kita terus membangun karakter diri kita.

Pembangunan karakter diri sangat diperlukan, terutama untuk membangun karakter bangsa. Karena pembangunan karakter bangsa harus diawali dengan pembangunan karakter diri setiap individunya. Ketika setiap individu dalam sebuah bangsa berlomba-lomba menjadi yang lebih baik, secara otomatis karakter bangsa pun akan semakin baik. Dengan kualitas karakter diri yang baik, tentu kehidupan individu tersebut akan semakin baik juga.

Meskipun setiap manusia memiliki dasar kehidupan yang sama, namun pada hidup yang akan dilaluinya pasti berbeda. Hal ini ditentukan tentang bagaimana dia akan berubah selama kehidupan di dunianya berlangsung. Juga tentang bagaimana dia berkembang selama dia hidup. Perkembangan tersebut juga tentang perkembangan kepribadian diri. Sehingga, untuk mencapai kehidupan yang baik kita harus mampu membangun karakter diri ini menjadi karakter yang berkualitas.

Kualitas karakter diri tidak ditentukan oleh bagaimana keadaan ekonomi seseorang. Kualitas karakter diri seseorang dapat dilihat dengan bagaimana cara seseorang tersebut menjalani hari-harinya. Tentang bagaimana seseorang tersebut bersikap dan bertindak dalam setiap keadaan yang dia jalani. Seseorang dengan perekonomian kurang baik bisa saja memiliki kualitas karakter diri dibanding seseorang lain yang memiliki perekonomian sangat baik. Jadi bisa dikatakan bahwa karakter diri merupakan hal yang benar-benar hanya dimiliki oleh seseorang tersebut tanpa memandang apa dan siapa. Asalkan seseorang mampu membangun karakter dirinya pasti bisa memberikan yang terbaik untuk kehidupannya. 

Senin, 07 Oktober 2013

Di Indonesia Mental Wirausaha Masih Lemah

Jumlah wirausahawan di suatu negara dapat digunakan sebagai indikasi maju tidaknya sebuah negara sebab dengan memiliki banyak wirausahawan otomatis di negara itu akan banyak memiliki usaha mandiri baik yang berwujud perusahaan besar maupun usaha kecil menengah. Sehingga berefek pada meningkatnya dan terbuka lebar jumlah lapangan kerja, yang pada ujungnya akan meningkatkan tingkat perekonomian negara itu.
Sayangnya hal di atas belum terjadi di negara kita tercinta Indonesia. Mental wirausaha di Indonesia masih lemah. Hal ini ditandai dengan sedikitnya jumlah wirausahawan dengan usaha mandirinya. Masih banyak orang yang masih bingung mendapat lowongan pekerjaan tiap tahunnya.
Tiap tahun masih kita temui berbondong-bondong antri puluhan meter di pintu loket bursa kerja. Seandainya setiap pemuda yang baru saja menamatkan pendidikannya memiliki jiwa dan semangat enterpreneurship yang tinggi maka pastilah negara ini akan semakin berdaya saing dengan negara lain terutama dari sektor ekonomi.
Banyak faktor yang menyebabkan jiwa enterpreneurship di Indonesia rendah yang diantaranya disebabkan oleh:
  1. Pola pendidikan di Indonesia yang tidak ataupun kurang memberikan porsi yang cukup akan pendidikan kewirausahaan. Hanya sekolah yang mempunyai basis bidang ekonomi yang memberikannya. Sehingga hal ini menyebabkan orang yang berada di luar bidang pendidikan ekonomi kurang bahkan tidak mengetahui sama sekali.
  2. Pola pikir dan budaya masyarakat yang mayoritas cenderung ingin menjadi pegawai atau karyawan. Terutama menjadi seorang pegawai negeri. Sebab dengan menjadi seorang pegawai negeri seseorang akan lebih terpandang dan lebih dihormati dalam lingkungan sosialnya. Memang dengan hanya menjadi karyawan ataupun pegawai negeri akan terbebas dari resiko dan beban pikiran usaha. Akan tetapi bila menjadi seorang karyawan akan mengalami masalah besar saat perusahaan tempatnya bekerja kolaps dan ancaman PHK di depan mata. Sedangkan dengan menjadi pegawai negeri akan terbebas dari maslah di atas sebab selama negara ini masih berdiri, pegawai negeri akan selalu dipakai. Mereka hanya akan terdepak dari pekerjaannya bila melakukan pelanggaran aturan yang berat. Hal inilah yang mendorong ramainya pelamar saat seleksi CPNS digelar.
  3. Mental yang rendah dalam memulai dan menanggung resiko usaha. Mayoritas akan berkelit dengan beribu alasan bila didorong untuk berwirausaha. Mulai dari alasan tidak memiliki modal sampai alasan tidak memiliki bakat dan jiwa seorang wirausaha. Mental jenis inilah yang memblock keinginan untuk berwirausaha. Maka tak heran meskipun banyak orang yang berminat untuk memulai berwirausaha akan tetapi niatnya hanya sebatas dalam pikiran saja dan mandeg pada perwujudan menjadi kenyataan.
  4. Faktor birokrasi yang rumit dalam mengurus segala surat-surat penting, perijinan, dan pajak sehingga menjadikan keengganan dalam memulai sebuah usaha mandiri. Seorang pengusaha harus bolak-balik kesana kemari dan ditambah masih banyaknya pungli diberbagai tempat.
Sedikit paparan di atas mungkin bisa menggambarkan faktor-faktor mengapa mental berwirausaha di negara kita masih lemah. Lalu bagaimana menjadikan wirausaha menjadi berkembang dan bisa memunculkan banyak wirausaha sukses? Jawabannya ya membudidayakan perilaku berwirausaha mulai sejak dini mulai dari anak-anak yang di bangku sekolah. Jadi di bangku pendidikan inilah mulai ditanamkan mental-mental seorang wirausahawan. Bagaimana seorang wirausaha bersikap, menyelesaikan masalah, kepemimpinan, dan soft skill lain yang berkaitan.
Belajar dari tokoh-tokoh pengusaha yang telah sukses berkecimpung dalam bisnis dan dunia usaha di Indonesia. Dengan mempelajari dan meneladani kisah jatuh bangun perjuangan sebelum menggapai kesuksesan seperti saat ini, niscaya akan membangkitkan semangat untuk berwirausaha serta mengobati mental enterpreneur yang masih lemah.

Belajar dari Prinsip-Prinsip Robert Kiyosaki

Robert Kiyosaki adalah seorang investor, usahawan, motivator, sekaligus penulis ternama. Salah satu buku buah pikirannya yang tertuang pada sebuah buku dan mampu mengajarkan cara cerdas mengelola keuangan adalah Rich Dad, Poor Dad. Buku ini mengupas masalah yang dihadapi oleh kebanyakan orang akibat kesalahan pengajaran orang tua mereka tentang sistem pengelolaan keuangan, yang juga dialami oleh sang penulis di masa kecil.
Semasa kecil, Robert kiyosaki memiliki dua orang ayah, yaitu ayah kaya atau rich dad yang merupakan ayah dari temannya dan ayah miskin atau poor dad yang merupakan ayah kandungnya. Si ayah kaya atau rich dad yang tidak tamat SMP mengajarkan pada Robert Kiyosaki untuk membangun usaha dan berani mengambil resiko untuk menjadi investor. Berbeda dengan si ayah miskin atau poor dad yang menuntut anaknya untuk bersekolah tinggi agar mendapatkan pekerjaan yang terjamin di masa depan. Dengan kata lain, si ayah miskin mengajarkan agar anaknya menjadi pegawai bergaji tinggi dan akan terus bergantung pada gajinya seumur hidup.
Berkaca dari pengalaman Robert Kiyosaki, kita pun dapat belajar banyak tentang kiat-kiat sukses dalam mengelola keuangan. Pengelolaan keuangan ini berkaitan dengan kecerdasan finansial dalam menentukan strategi-strategi tepat untuk berinvestasi terutama untuk wirausaha modal kecil, seperti ajaran sang rich dad.
Melalui strategi-strategi pengelolaan yang tepat, wirausaha modal kecil pun dapat mengembangkan usahanya dalam mengumpulkan pundi-pundi kekayaan. Strategi-strategi tersebut dijabarkan sebagai berikut.
Pertama, membangun aset. Banyak wirausaha modal kecil yang menjalankan bisnisnya sebagai pekerjaan tetap bukan aset. Contohnya, ketika kita memiliki toko, kita lebih banyak terlibat langsung di dalamnya mulai dari menata barang, melayani pembeli, hingga menangani pembukuan. Otomatis toko akan sangat tergantung dengan kehadiran kita. Dengan kata lain, jika kita pergi meninggalkan toko karena ada urusan tertentu, maka toko pun akan tutup dan pendapatan akan berkurang. Hal ini akan berbeda jika kita menjadikan toko sebagai aset dan mempekerjakan dua atau tiga orang untuk menangani toko, sedangkan kita berlaku sebagai pengontrol jalannya jual beli di dalam toko.
Kedua, cerdik dalam mencari potensi keuntungan. Mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya sangatlah berkaitan dengan kemampuan dalam membaca pasar. Wirausaha modal kecil dituntut untuk mampu mencari bisnis dengan keuntungan yang banyak dan sedikit persaingan. Kemampuan membaca peluang ini akan menghindarkan wirausaha modal kecil dari resiko kerugian yang terlalu besar jika usahanya tidak berkembang lagi.
Ketiga, buatlah waralaba pribadi. Carilah bisnis yang dapat tiru dari orang-orang yang telah sukses terlebih dahulu dengan bisnis tersebut. Bisnis semacam ini akan menghemat waktu para wirausaha modal kecil karena proses coba-coba.Disebut waralaba pribadi karena akan ada sistem, peralatan, pelatihan, dan buku panduan yang akan menghantarkan wirausaha modal kecil pada kesuksesan. Pada tahap ini wirausaha modal kecil dituntut untuk membuka jaringan sekaligus berguru pada para pelaku bisnis di bidang yang sama dengan kondisi yang telah sukses terlebih dulu.
Keempat, membangun mental pebisnis yang tangguh. Pebisnis tangguh akan selalu belajar tentang bagaimana cara mengembangkan asetnya. Ia tidak akan pernah puas dalam mencari ataupun bertanya tentang kiat-kiat khusus dalam membangun usahanya. Ia akan berusaha untuk memaksimalkan asetnya dalam menghasilkan uang untuk membangun kemampuan finansialnya. Ia juga akan menghindari untuk bekerja demi uang.
Dengan demikian, memiliki kekuatan finansial dengan modal kecil bukan lagi sekadar mimpi.

10 Langkah Membangun Bisnis Sendiri

Membangun bisnis
Membangun bisnis
Anda ingin memulai bisnis sendiri? ingin memulai usaha dan membangun bisnis sendiriatau masih bingung, ingin menjadi wirausaha (entrepreneur) tapi bingung mau terjun di bisnis apa? coba simak tips berikut mengenaibagaimana memulai bisnis atau usaha sendiri.
Saat akan memulai bisnis, mungkin bagi para pebisnis pemula seperti saya, seringkali seseorang masih bingung dengan berbagai hal, misalnya bisnis apa ya yang cocok dengan saya? sedangkan saya hanya punya modal 5 juta atau bahkan saya tidak punya modal sama sekali? apa saya sudah siap untuk berbisnis? peluangnya bagaimana? resikonya bagaimana? dan berbagai pertanyaan lain yang terpikir saat akan memulai atau membangun bisnis.
Bagi Anda yang masih baru akan memulai atau sedang memulai, coba simakbeberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membangun bisnis sendiri.
1. Mulailah dari Mimpi Anda
Mulailah dengan sebuah mimpi Anda. Seperti pada artikel sebelumnya, cara kaya ala donald trumpkiat sukses donald trump dimulai dari mimpi.
Semua berawal dari sebuah mimpi. A dream is where it all started. Pemimpilah yang selalu menciptakan dan membuat sebuah inovasi produk, cara pelayanan, jasa, ataupun idea yang dapat dijual dengan sukses. Para pemimpi tidak mengenal batas dan keterikatan, tak mengenal kata ‘tidak bisa’ ataupun ‘tidak mungkin’.
2. Percaya (Belief)
Percayalah bahwa Anda mampu untuk meraih kesuksesan. Seperti kata Andrie Wongso “Sukses adalah hak saya”. Dengan memiliki kepercayaan yang besar terhadap kesuksesan yang dapat Anda raih, Anda akan bergerak semakin ringan dan mampu menerjang segala rintangan.
3. Mulailah dari hal yang Anda sukai
Saat akan memulai usaha, pilihlah produk atau jasa yang akan Anda hasilkan sesuai dengan bidang yang Anda sukai (Passion). Dengan demikian Anda akan mencintai produk atau jasa Anda. Kecintaan akan produk kita akan memberikan sebuah keyakinan pada pelanggan dan membuat kerja keras terasa lebih ringan. Anda akan selalu antusias dan gigih untuk melalui masa-masa sulit.
Selain itu, Anda akan memiliki totalitas dalam berusaha, Anda akan mencurahkan semua sumber daya yang Anda miliki (waktu, energi, pikiran) untuk memulai bisnis Anda dan membangunnya menjadi usaha yang berhasil.
4. Pelajari Dasar-dasar Bisnis
Pelajarilah Dasar-dasar Bisnis, misalnya *BUY LOW, SELL HIGH, PAY LATE, COLLECT EARLY*: Tidak akan ada kesuksesan tanpa ada sebuah pengetahuan dasar untuk berbisnis yang baik. Learning by doing, turut terjun langsung dalam bisnis minimal 1 sampai 2 tahun membuat Anda akan mengetahui dasar-dasar usaha yang akan membantu kita menuju jalan kesuksesan.
5. Berani Mengambil Resiko
Ambillah resiko. Pepatah bijak mengatakan “The Giant that u will be able to achieve is directly proportional to the risk taken“.
Resiko selalu ada di setiap bisnis, berani mengambil resiko yang diperhitungkan merupakan kunci awal dalam dunia usaha, karena hasil yang akan dicapai akan proporsional terhadap resiko yang akan diambil. Sebuah resiko yang diperhitungkan dengan cermat akan memberikan kemungkinan berhasil lebih tinggi.
6. Carilah “Guru” Bisnis dan Minta Nasehat
Carilah “guru” atau mentor bisnis sesuai dengan bidang bisnis yang akan Anda geluti. Mintalah nasehat darinya, tapi tetaplah ikuti kata hati Anda. Ask the experts but follow your hearts.
Dalam mencari guru, mungkin Anda tidak bisa secara langsung meminta mentoring secara langsung kepada orang yang Anda anggap guru di dibidang Anda, tapi Anda tetap bisa “mentoring” secara tidak langsung misalnya mengikuti seminar, workshop, diskusi, atau membaca buku, web, blog, dari orang yang Anda anggap guru.
Para Pengusaha selalu mencari nasehat dari berbagai pihak tapi keputusan akhir selalu ada ditangannya dan dapat diputuskan dengan indera ke enam-nya. Komunikasi yang baik dan kepiawaian menjual merupakan kunci sukses saat memulai usaha. Dan kemampuan untuk memahami dan menguasai hubungan dengan pelanggan akan membantu mengambangkan usaha pada fase itu.
7. Work Hard & Work Smart
Kerja keras dan Kerja Smart. Ethos Kerja keras sering dianggap sebagai mimpi kuno dan seharusnya diganti, tapi hard-work and smart-work tidaklah dapat dipisahkan lagi sekarang. Hampir semua successful start-up butuh workaholics. Pengusaha sejati tidak pernah lepas dari bisnisnya, pada saat tidurpun otaknya bekerja dan berpikir akan bisnisnya.
8. Bangunlah Network
Bangunlah jaringan, bertemanlah sebanyak banyaknya. Pada harga dan kualitas yang sama, orang akan lebih memilih membeli dari orang yang telah dikenal, pada harga yang sedikit mahal, orang akan tetap membeli dari orang yang telah dikenal. Teman (network) Anda akan membantu mengembangkan usaha kita, memberi nasehat, membantu menolong pada masa sulit.
9. Berani Menghadapi Kegagalan
Berani menghadapi kegagalan. Kegagalan merupakan sebuah vitamin untuk menguatkan dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita berwirausaha, selama kegagalan itu tidak membuat kita “mati”. Setiap usaha selalu akan mempunyai resiko kegagalan dan bila mana itu sampai terjadi, bersiaplah dan hadapilah!.
Meminjam istilah Tung DW, “tidak ada kegagalan, yang ada adalah proses belajar”.Pengusaha sejati adalah pengusaha yang mampu bangkit dari kegagalan-kegagalannya dan mampu mengubahnya menjadi kemenangan.
10. Action Now
Mulailah sekarang juga.
Nah demikianlah tips 10 langkah membangun bisnis sendiri. bagaimana menurut Anda?

Cara Kaya ala Donald Trump

cara kaya donald trump
cara kaya donald trump
Anda pasti sudah familiar dengan nama Donald Trump. Betul kan? Pengusaha sukses dibidang real estate asal Amerika ini adalah juri sekaligus executive producer dalam sebuah acara televisi yang pernah diputar salah satu tv swasta di Indonesia “The Apprentice“. Sosoknya yang unik, gaya rambut, tampangnya, dan gaya bicaranya membuatnya mudah diingat. Bagaimana cara kaya alaDonald Trump ?
Donald Jhon Trump lahir di New York City, 14 Juni 1946. Ia merupakan anak ke-4 dari 5 bersaudara dari pasangan Fred Trump dan Mary MacLeod. Bakat bisnisnya diturunkan oleh ayahnya yang juga seorang pengusaha dibidang real estate di New York. Ia mengawali karir di perusahaan ayahnya, The Trump Organization setelah ia menyelesaikan pendidikannya di Wharton School at the University of Pennsylvania pada tahun 1968. Selama bekerja pada perusahaan ayahnya ia banyak belajar mengenai bisnis properti, bagaimana melakukan deal, dan mendapatkan profit.
Donald Trump memang memiliki bakat yang luar biasa. Sang ayah yang sekaligus mentornya pernah mengatakan “Everything he seems to touch turns to gold” . Saat ini, nama Trump telah jauh melebihi sang ayah. Namanya masuk dalam daftar orang Amerika terkaya menempati posisi 88 dari 400 (versi majalah Forbes).
Cara Kaya ala Donald Trump
Bagaimana sebenarnya cara Donald Trump meraih kesuksesan seperti saat ini? Ia memang tak segan membagi rahasianya tapi tidak diberikan secara cuma-cuma. Trump memasang tarif US $ 25000 (Rp 250 juta) per menit. Wow Luar Biasa….
Meskipun memasang tarif mahal, banyak penggemar yang tak mundur untuk dapat mengetahui rahasia sukses Trump. Ribuan penggemarnya datang di seminar The Learning Annex Wealth Expo di New York, 2004 lalu. Saat itu, Trump berpidato selama satu jam dengan bayaran US$ 1,5 juta (Rp 15 M). Sejak itu dia mulai banyak berceramah di New York, Chicago, Los Angeles, San Francisco, dan masih ada 20 kali seminar lagi dengan bayaran makin tinggi, US$ 1,5 juta (Rp 15 M) per jam sampai tahun 2007.
Dalam meraih tujuan, Trump dikenal sangat agresif. Ia pernah berpesan “Ketika seseorang melawanmu, segera lawan, jadilah orang yang brutal dan kuat, kerahkan semua kemampun untuk mencapai tujuan”
Cara kaya ala Donald Trump
Inilah beberapa cara Donald Trump meraih kekayaan :
1. Milikilah Mimpi, Anda harus memiliki mimpi. Dengan memiliki mimpi, Anda akan semakin tergerak untuk melakukan Action. Misalnya Anda ingin membangun sebuah sekolah, Anda ingin menjadi orang terkaya di daerah Anda, Anda ingin jadi pengusaha sukses termuda di kota Anda, dsb.
2. Memiliki Tujuan (Goal yang jelas). Selanjutnya, Anda harus memiliki tujuan hidup yang jelas dan Anda harus sabar (passionate) pada tujuan Anda.
3. Think Big. Anda harus membiasakan diri Anda untuk berpikir suatu hal yang besar, dengan berpikir seperti ini, memberikan kekuatan positif bagi diri Anda untuk melangkah. Donal Trump pernah berkata “As long as you’re going to be thinking anyway, think big.”
Hambatan terbesar dalam membangun kekayaan adalah memercayai apa yang tidak bisa dijangkau. Pikirkanlah hal yang besar, maka diri Anda akan menjadi orang yang besar juga.
4. Ikuti kata Hati Anda. Kata hati Anda memiliki peran yang khusus dalam berbagai hal yang Anda jalani. Kata hati Anda adalah guide Anda dalam membuat keputusan sekaligus tulang punggung pemikiran Anda. Mengikuti kata hati Anda sama mudahnya dengan memberikan suara. Tantanglah diri Anda untuk melihat hal-hal yang berbeda dan pelajarilah hal itu.
Trump berpesan “Ikuti suara hatimu, meskipun sesuatu itu terdengar bagus dan indah diatas kertas”
5. Melakukan hal yang Anda sukai. Trump berkata “Saya tidak berhubungan dengan uang. Saya sudah cukup dengan hal itu, jauh lebih dari yang saya butuhkan. Saya melakukannya karena ingin melakukannya.”
6. Harus Fokus. Pilihlah satu hal yang paling Anda sukai dan ingin kerjakan. Dengan memilih satu hal, potensi Anda akan maksimal di bidang tersebut.
7. Terus Belajar. Anda harus secara kontinyu mengembangkan kemampuan Anda dengan banyak membaca, belajar dari mentor, maupun dengan cara yang lain.
8. Jangan hanya Berorientasi pada Uang. Trump pernah berkata “Bagi saya, uang tidak akan pernah menjadi motivator. Ia hanya jalan untuk mempertahankan kemenangan. Bagaimana memainkan permainan itulah kesenangan yang sesungguhnya”. Dalam sebuah permainan, orang-orang yang membangun kekayaan karena motivasi uang adalah seorang pemimpi. Sebaliknya, mereka yang senang memainkan permainan akan menang ketimbang mereka yang duduk sambil berkhayal.
9. Buatlah Agenda Anda (Time Line). Anda harus memiliki rencana ke depan yang terencana dan tulislah rencana tersebut berdasarkan target waktu Anda. Lakukan apa yang Anda tulis dan lakukan evaluasi terhadap apa yang telah Anda capai dan yang belum tercapai.
10. Berpikir Kreatif. Untuk meraih kesuksesan, Anda tidak harus memiliki semua sumber daya dan kemampuan. Anda dapat menggunakan metode OPM (Other’s People Money), OPT (Other’s People Time), dan OPE (Other’s People Experience).
Nah, itulah beberapa poin cara kaya Donald Trump, yang saya simpulkan dari beberapa sumber artikel di internet. Ada yang Anda tambahkan? Atau bagaimana dengan cara kaya ala Anda sendiri?
Salam sukses

Tips Untuk Memperbesar Pendapatan dan Memperkecil Pengeluaran




Siapa yang memegang kendali pengaturan keuangan?
Tahukah Anda, apa pertanyaan paling umum dan paling sering ditanyakan bila berhubungan dengan keuangan? Menurut Hari Putra, motivator finansial dan managing director WealthFlow 19 Technology Inc, jawabnya adalah, Bagaimana cara mengelola gaji yang hanya Rp 1,2 juta di kota besar seperti Jakarta?
Saking seringnya pertanyaan sejenis diajukan dalam acara kajian keuangan yang Hari kelola, hal itu sama seringnya dengan pertanyaan, bagaimana cara kita memotivasi diri dan agar termotivasi tiap hari!
Karena di forum terbuka, biasanya jarang ada peserta yang secara terang-terangan untuk membuka kondisi keuangan pribadi dan keluarganya. Maka Hari biasanya balik bertanya, Dari uang Rp1,2 juta tersebut dialokasikan untuk apa saja? Jawaban standar adalah uang tersebut banyak untuk keperluan konsumsi sehari-hari seperti sandang dan pangan.
Lalu Hari akan melanjutkan bertanya, Siapa yang memegang kendali pengaturan keuangan? Biasanya dijawab, Isteri. Itu sebabnya isteri kerap dipersepsikan sebagai menteri keuangan, bendahara keluarga dan sebutan-sebutan lainnya.
Menurut Hari ini adalah hal yang runyam, karena suami belum melek finansial, dan isteri juga belum memiliki ilmu tentang pengelolaan keuangan keluarga (personal finance). Disini mulai terletak jurang pemisah antara permasalahan keuangan, akibat dari pendapatan yang tidak bisa mengejar laju inflasi dan kenaikan harga-harga barang di pasaran dengan kondisi si pengatur keuangan keluarga, papar Hari.
Apakah bisa menabung dengan pendapatan 1,2 juta tersebut? adalah pertanyaan hari kemudian, dan sudah bisa ditebak kalau jawabannya, Boro-boro mau menabung, untuk mencukupi kebutuhan kehidupan sehari-hari saja tidak pernah cukup!.
Walhasil, dari tahun ke tahun, hidup layaknya berputar pada satu lingkaran, tidak pernah beranjak ke luar lingkaran tersebut.
Yang paling menggelisahkan Hari adalah apakah ilmu perencanaankeuangan (financial planning) yang dia pelajari bisa menyelesaikan masalah tersebut?
Karena rata-rata klien yang kami temui dan bantu memecahkan masalah, minimal penghasilannya di atas Rp5 juta, papar Hari. Dan di sini letak tantangannya, yaitu menyelesaikan masalah dengan pemberdayaan keluarga.
Untuk Itu, Hari menjelaskan bahwa sebetulnya ada tiga cara yang bisa dilakukan, yaitu:
Bangun mind set ingin berubah. Mindset adalah pola pikir atau cara Anda bertindak berdasarkan masukan yang kita terima, entah dari guru, orang tua, penasihat keuangan atau lingkungan yang mendidik Anda, jelas Hari. Pertanyaannya, maukah kita berubah?
Hari lalu mengilustrasikan: Ketika dalam sebuah pelatihan dia mengeluarkan selembar uang seratus ribu rupiah. Lalu Hari bertanya kepada peserta pelatihan, Bapak dan ibu, siapa yang mau uang di tangan saya? Hampir semuanya menjawab, Saya! Lalu Hari mengulangi sekali lagi, Siapa di ruangan ini yang mau uang seratus ribu rupiah? Lagi-lagi banyak yang menjawab, Saya!
Tetapi, jawaban itu sebatas ucapan, Saya! tanpa mau bertindak dan bergerak menuju ke Hari, sang empunya uang. Dengan kata lain, Anda semua ingin punya uang, tetapi tidak mau take action, jelas Hari. Apakah Anda ingin kondisi keuangan keluarga seperti itu terus?
Jika jawabannya tidak, menurut Hari, mulai hari ini Anda harus memutuskan untuk hidup hanya dari 90% penghasilan Anda, sedangkan sisanya yang 10% Anda tabung untuk masa depan perubahan keuangan Anda.
Lho, apa tidak semakin mempersulit keuangan keluarga? Hari menjelaskan bahwa coba tanyakan kepada diri sendiri, apakah Anda ingin hidup seperti itu selamanya? Tentu tidak. Jadi, jika Anda ingin berubah, menabunglah di awal ketika mendapatkan gaji atau penghasilan dari usaha Anda. Baru setelah itu untuk mulai menaikkan persentasenya perlahan-lahan.
Biasakan membagi porsi keuangan ketika sulit. Ketika Anda hidup dari hanya 90% penghasilan rutin atau bulanan, maka langkah selanjutnya adalah menginventarisir keahlian, bakat, hobi dan keterampilan Anda yang lain, yang bisa dikonversikan menjadi ide yang menghasilkan uang.
Misal, bila pasangan bisa menjahit, kenapa tidak menerima pesanan jahitan dengan cara menyewa atau meminjam mesin jahit orang lain, yang dibayar berdasarkan sistem bagi hasil, kata Hari.
Lalu, sekalipun Anda sedang dalam kesulitan keuangan, jangan berhenti berandai-andai untuk membagi alokasi keuangan Anda untuk tujuan keuangan masa mendatang. Namanya juga harapan, boleh saja Anda menuliskan impian keuangan, misalnya ingin pergi naik haji. Hal ini lebih baik ketimbang sudah tidak ada uang, Anda tidak punya harapan pula. Cara ini membuat Anda bersemangat melakukan perbaikan kondisi keuangan keluarga.
Dengan menuliskan tujuan keuangan dikala sulit, ini menandakan kita memiliki
Paling tidak ada tiga jenis alokasi keuangan yang dapat Anda lakukan, yaitu:
Proteksi. Untuk melindungi kehidupan keuangan Anda seperti ketika anak sakit, suami atau isteri terkena PHK dan sebagainya.  Bisa dalam bentuk dana darurat atau asuransi.
Akumulasi. Prinsip sedikit-sedikit jadi bukit bisa Anda terapkan untuk tujuan keuangan kita.  Tujuan Anda harus dikonversi dalam bentuk angka-angka keuangan. Misalnya, Anda ingin pensiun di usia 51, sementara saat ini usia Anda sudah menginjak 35. Maka ada jeda waktu 16 tahun untuk mempersiapkan diri, berapa yang harus ditabung dan diinvestasikan, menjadi berapa kira-kira uang tersebut di tahun 2029 dengan asumsi tingkat inflasi 10% per tahunnya, lalu dijabarkan berapa rupiah per bulannya untuk konsisten menabung dan investasi, dengan instrumen investasi apa saja yang memungkinkan tujuan keuangan kita tercapai.
Distribusi. Perlu berpikir dari akhir, jika anak cucu kita nanti akan jadi apa kondisi keuangannya, maka dimulai dari diri kita hari ini, tentunya investasi ilmu yang utama dan harta.
Naikkan penghasilan. Masalah dari kebanyakan karyawan adalah hanya memiliki satu income (pendapatan). Nah, untuk bisa menaikkan penghasilan maka Anda harus mempunyai multiple income. Kalaupun saat ini tidak punya, yang paling penting adalah membiasakan diri Anda dengan hal-hal yang benar terlebih dahulu, bukan membenarkan hal-hal yang biasa.  
Dengan membiasakan hal-hal yang benar, tandanya Anda mau berubah dari kondisi keuangan yang tidak berdaya (financial helplessness) menjadi sehat keuangan (financial health), jelas Hari. Nah, dengan memahami akar masalah keuangan tersebut, Anda akan menemukan solusi pengelolaan keuangan untuk penghasilan Rp1,2 juta tadi. (bn)

5 Prinsip Utama Menjalankan Bisnis


Untuk menjalankan bisnis, ada banyak aspek yang perlu kita persiapkan. Berikut lima hal mendasar yang harus kita perhatikan agar laju usaha bisa maksimal, menurut Melinda Emerson "SmallBizLady", pakar bisnis sekaligus pembicara terkemuka dari AS.
Datanglah 15 menit lebih awal jika ada pertemuan bisnis.
Datang tepat waktu berarti "terlambat". Jam rehat sebelum acara dimulai adalah waktu paling tepat untuk mencari kenalan baru untuk bisnis. Setelah acara dimulai, Anda hanya dapat jaringan dengan delapan atau sembilan orang lain di meja Anda.
Jangan memaksa orang yang tidak bisa berkata YA
Jadikan ia sebagai teman. Sering kali, kita menemui "penjaga gerbang" yang bisa mempersulit kita untuk bertemu dengan para pengambil keputusan. Mereka bisa dari petugas keamanan, resepsionis, sekretaris, atau manajer level menengah. Jika menghadapi mereka, jangan sampai melakukan tindakan yang menunjukkan rasa tidak hormat kepadanya. Sebab, memang sudah tugas merekalah untuk menyaring tamu yang akan menemui bos mereka.
Untuk itu, usahakan Anda memiliki banyak kontak yang bisa membuka jalan menemui para pengambil keputusan. Jika memungkinkan, jadikan mereka sebagai teman. Buatlah suasana akrab dengan pegawai di berbagai lapisan di sebuah perusahaan yang akan kita bidik jadi rekanan atau klien kita. Apabila hal tersebut bisa kita lakukan, niscaya mereka pun tak akan segan untuk membantu kita, bahkan memberikan informasi yang kita perlukan untuk memudahkan langkah deal bisnis kita.
Jangan pernah memulai pekerjaan sebelum adanya tanda tangan kontrak bisnis
Sebagai pemilik usaha kecil, kadang-kadang kita merasa sangat antusias ketika seorang klien memberitahu bahwa ia akan memakai jasa atau membeli barang kita. Akibatnya, tanpa sadar, saking semangatnya, kita langsung bekerja sebelum ada surat perintah kerja (SPK) yang bisa jadi acuan sesuai nilai kontrak.  
Carilah siapa orang-orang "cadangan" yang bisa didapat untuk membantu bisnis
Kita harus menyadari bahwa orang terbaik kita suatu saat pasti meninggalkan kita dengan berbagai alasan. Dari ingin mandiri hingga mendapat pekerjaan lain yang memberikan remunerasi lebih tinggi. Untuk itu, cobalah selalu cari dan siapkan SDM lain yang kira-kira bisa dan mumpuni untuk menjadi pengganti orang-orang andalan di bisnis kita.
Ketahui persis berapa keuntungan yang bisa didapat dari setiap kontrak bisnis
Karena itu, kita wajib mengetahui dengan persis berapa uang yang kita hasilkan dari setiap aspek yang muncul dalam kontrak. Ada kalanya memang kita harus menyiapkan dana ekstra sebelum mendapatkan bayaran dari kontrak kerja yang dipercayakan kepada kita. Namun, sebisa mungkin, jangan sampai kita kelamaan menalangi sehingga hal itu tidak mengganggu cashflow. Jangan lupa, pastikan juga Anda menghitung benar-benar detail sampai ke hitungan seperti biaya tenaga, biaya administrasi, bahkan hingga ke transportasi untuk menjalankan usaha. Dengan detail yang sudah Anda persiapkan, maka ada banyak aspek yang bisa kita hitung sehingga benar-benar bisa mengetahui tingkat keuntungan yang bisa didapatkan.

Tips Mengatur Keuangan Bisnis Usaha

08 Aug 2013
Satu penyebab utama kegagalan usaha dipicu oleh kesalahan dalam manajemenkeuangan atau kegagalan dalam pengelolaan akuntansi keuangan yang dimilikinya. Pemilik bisa juga terlalu berkonsentrasi dalam pekerjaannya dan tak menyisihkan waktu sama sekali untuk menangani masalah akuntansi bisnisnya.
Sejumlah masalah seperti berikut ini bisa memicu keadaan keuangan yang lebih parah:
  • Kurangnya arus kas
  • Kegagalan mengelola pajak penghasilan
  • Ketidakmampuan perencanaan anggaran yang terkelola
  • Kurangnya catatan untuk membangun laporan rugi laba
  • Gangguan pembayaran pemasok
Satu langkah mudah yang bisa ditempuh untuk perencanaan dan pencegahan masalah ialah dengan membuka 2 rekening bank hanya untuk bisnis. Pilih bank yang memberikan kenyamanan sesuai kebutuhan Anda sebagai entrepreneur. Pastikan bank tersebut memeriksa rekening secara berkala dan alokasikan biaya pemeriksaannya. Bila perlu, hubungkan rekening pribadi Anda dengan rekening bisnis Anda sehingga proses transfer akan lebih mudah.
Untuk membuka rekening bank untuk bisnis, Anda membutuhkan dokumen-dokumen tertentu. Periksa lagi tumpukan dokumen di kantor Anda, apakah Anda bisa temukan dokumen yang diperlukan Dengan membuka rekening bisnis secara terpisah, Anda akan tahu perlu atau tidaknya menerima sertifikat dan nomor pajak dari pihak berwenang setempat tergantung dari sifat bisnis Anda. Saat membuka rekening, pastikan membawa lembar dokumen yang diperlukan untuk memverifikasi keberadaan bisnis Anda, seperti tagihan telepon dan laporan kartu kredit atas nama perusahaan.
Ada dua aturan sederhana yang perlu diketahui saat menggunakan rekening bank untuk bisnis:
1. Jangan gunakan rekening bisnis untuk pengeluaran pribadi
2. Jangan gunakan rekening pribadi untuk pembiayaan bisnis
Mayoritas pemilik bisnis tidak mengindahkan hal ini sehingga di kemudian hari saat bisnis sedang limbung, keuangan pribadi ikut terkena imbasnya. Saat menghabiskan uang untuk bisnis, gunakan akun bisnis dan sebaliknya. Saat uang dari kegiatan bisnis masuk, taruhlah di rekening bisnis. Jika Anda berpegang teguh pada prinsip sederhana tetapi fundamental ini, semuanya akan jauh lebih mudah setelahnya.
Saat membawa pulang sejumlah uang, berarti Anda ingin membayar diri Anda dari kegiatan bisnis. Jangan habiskan uang langsung dari rekening bisnis yang Anda punya. Inipun akan timbulkan masalah. Sebaliknya tulis cek (atau transfer jumlah yang diinginkan) ke rekening bank pribadi Anda. Sisihkan seperempat bagian dari uang yang Anda bayar sendiri ke rekening tabungan bisnis. Uang itu akan digunakan untuk membayar pajak setiap jatuh tempo. Jika Anda menyisihkan 25% penghasilan, Anda akan mengatasi tagihan pajak yang dimiliki. Bahkan bila perlu sisihkan 30%. Dengan demikian, secara pasti Anda akan memiliki dana yang diperlukan untuk membayar tagihan pajak saat jatuh tempo. (bn/dari berbagai sumber)

Komitmen Dalam Kerja




Dalam sebuah perusahaan tentu karyawan dituntut untuk dapat memberikan kinerja terbaik pada perusahaan sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya. Tetapi kompetensi saja tidak cukup agar karyawan dapat memberikan kinerja terbaiknya dalam pekerjaannya.


Selain kompetensi, komitmen kerja bagi karyawan, dosen, guru, pegawai ataupun pekerja juga diperlukan agar mereka memberikan hasil terbaik bagi organisasi atau perusahaan. Kompetensi tanpa komitmen sama dengan sebuah pistol berpeluru tetapi tidak bisa ditembakkan.


Seseorang yang tidak memiliki komitmen, sebenarnya ia ahli dalam bidangnya (competent) namun ia bekerja dengan setengah hati. Karyawan yang memiliki suatu komitmen, akan bekerja secara total, mencurahkan perhatian, pikiran, tenaga dan waktunya, ia mengerjakan apa yang diharapkan oleh perusahaan.


Komitmen organisasional adalah loyalitas karyawan terhadap organisasi melalui penerimaan sasaran-sasaran, nilai-nilai organisasi, kesediaan atau kemauan untuk berusaha menjadi bagian dari organisasi, serta keinginan untuk bertahan di dalam organisasi.


Sedangkan dari Jurnal Proceeding PESAT Vol.2, Spector mengatakan komitmen kerja melibatkan keterikatan individu terhadap pekerjaannya. Komitmen kerja merupakan sebuah variabel yang mencerminkan derajat hubungan yang dianggap dimiliki oleh individu terhadap pekerjaan tertentu dalam organisasi. Greenberg dan Baron mengemukakan bahwa komitmen kerja merefleksikan tingkat identifikasi dan keterlibatan individu dalam pekerjaannya dan ketidaksediaannya untuk meninggalkan pekerjaan tersebut.


Dari beberapa pengertian di atas jelas bahwa komitmen merupakan bagian yang terkait dengan kinerja karyawan dalam hubungannya dengan pekerjaannya. Dalam sebuah komitmen juga memiliki unsur atau komponen yang saling berhubungan. Ketika semua komponen terpenuhi maka semakin besar komitmen karyawan dalam pekerjaannya. Menurut Meyer, Allen & Smith dalam jurnal Proceeding PESAT Vol.2, komitmen organisasi terdiri dari 3 komponen yaitu:


1. Komitmen kerja afektif (affective occupational commitment)
Komitmen sebagai ketertarikan afektif/psikologis karyawan terhadap pekerjaannya. Komitmen ini menyebabkan karyawan bertahan pada suatu pekerjaan karena mereka menginginkannya.


2. Komitmen kerja kontinuans (continuance occupational commitment)
Mengarah pada perhitungan untung-rugi dalam diri karyawan sehubungan dengan keinginannya untuk tetap mempertahankan atau meninggalkan pekerjaannya. Artinya, komitmen kerja disini dianggap sebagai persepsi harga yang harus dibayar jika karyawan meninggalkan pekerjaannya. Komitmen ini menyebabkan karyawan bertahan pada suatu pekerjaan karena mereka membutuhkannya.


3. Komitmen kerja normatif (normative occupational commitment)
Komitmen sebagai kewajiban untuk bertahan dalam pekerjaannya. Komitmen ini menyebabkan karyawan bertahan pada suatu pekerjaan karena mereka merasa wajib untuk melakukannya serta didasari pada adanya keyakinan tentang apa yang benar dan berkaitan dengan moral.


Tidak semua komponen di atas dimiliki oleh karyawan, tetapi lebih baik lagi jika ketiga komponen tersebut dimiliki oleh karyawan. Sebagai contoh, ketika komponen affective occupational commitment lebih dominan maka karyawan tersebut merasa lebih cocok dengan bidang pekerjaannya, baik itu secara emosional maupun kesesuaian antara karakteristik pekerjaan dengan dirinya.


Ia merasa bahwa pekerjaannya sesuai dengan bidang pendidikannya, hobinya, tujuannya, kebersamaan, kenyamanan dan lain-lain. Tetapi jika karyawan tidak pernah diberikan pengembangan pengetahuan dan skill melalui seminar, training dll. Maka dapat menimbulkan kurangnya komponen normative occupational commitment dan dapat juga mempengaruhi kinerja dibandingkan dengan karyawan yang memiliki tingkat komitmen yang setara.

Minggu, 06 Oktober 2013

Membangun Budaya Perusahaan yang Unggul


Budaya Perusahaan agaknya belum begitu populer di negara kita, walaupun bukan berarti tidak ada perusahaan yang telah memiliki dan mengembangkan Budaya Perusahaan di sini. Sukses yang diraih PT Indosat maupun perusahaan penerbangan Garuda Indonesia kiranya tak terlepas dari Budaya Perusahaan yang telah dimiliki ke-dua BUMN itu. Maka, pembicaraan tentang Budaya Perusahaan masih sangat relevan dan kontekstual, terutama melihat fakta-fakta masih minimnya perusahaan yang memilikinya di Indonesia.
Dalam buku berjudul “Corporate Cultures, The Rite and Ritual of Corporate Life”, Terrence E. Deal dan Allan A. Kennedy mengatakan bah¬wa sedikitnya terdapat 5 elemen penentu Budaya Perusahaan: 1).Lingkungan bisnis; 2). Sistem nilai (value); 3). Figur panutan (hero); 4). Tata cara Kerja (rite)dan ritual; 5).Jaringan kultural (Cultural Network). Berikut rincian ringkas dari 5 elemen tersebut:
Lingkungan bisnis. Setiap perusahaan menghadapi realitas yang berbeda-beda di pasar tergantung pada produk, pesaing, konsumen, teknologi, pengaruh pemerintah, dan sebagainya. Untuk sukses, masing-masing perusahaan harus melakukan berbagai aktivitas tertentu secara baik. Lingkungan bisnis ini merupakan faktor terpenting yang mempengaruhi pembentukan Budaya Perusahaan.
Sistem nilai. Ini merupakan konsep dan keyakinan dasar sebuah organisasi. Karenanya me¬rupakan “jantung” Budaya Perusahaan. Sistem nilai ini menentukan sukses dalam bentuk kongkrit bagi karyawan “Jika Anda melakukannya, Anda juga akan sukses” dan menetapkan standar prestasi dalam organisasi. Perusahaan berbudaya kuat mempunyai sistem nilai yang kaya dan kompleks. Dan hal ini harus dijalankan seluruh karyawan.
Figur panutan. Orang ini merupakan personifikasi dari sistem nilai dan menjadi contoh-tauladan bagi karyawan. Sebagian figur panutan dilahirkan dan sebagian lainnya “dibuat” oleh berbagai momen penting yang terjadi dalam kehidupan perusahaan setiap hari. Perusahaan berbudaya kuat memiliki banyak figur panutan. Di General Electric, misalnya, figur panutan termasuk Thomas Edison, sang penemu; Charles Steinmetz, insinyur yang hebat; Gerald Swope dan, sekarang, Jack Welch, CEO terkemuka; dan banyak lagi figur penting yang mungkin kurang dikenal.
Tata cara kerja dan ritual. Hal ini merupakan program rutin dan sistematik kehidupan perusahaan setiap hari: Dalam manifestasi biasa yang disebut dengan ritual hal ini memuat tingkah laku karyawan yang diharapkan. Dan, dalam bentuk ekstravaganza yang disebut dengan upacara-upacara hal ini memberikan contoh nyata untuk apa perusahaan berdiri.
Jaringan kultural. Berdasarkan makna informal komunikasi dalam perusahaan, jaringan kultural bertindak sebagai “carrier” sistem nilai dan mitos heroik perusahaan. Bekerjanya jaringan kultural secara efektif adalah satu-satunya cara agar semuanya bekerja secara baik atau memahami apa yang sebenarnya terjadi.
Setelah mempelajari ratusan perusahaan, Deal dan Kennedy mengungkapkan bahwa ter-dapat 4 kategori umum atau tipe Budaya Perusahaan. Hal ini didasarkanpada 2 faktorutama: tingkat risiko yang menyertai aktivitas perusahaan, dan kecepatan perusahaan dan karyawannya dalam memperoleh umpan balik (feedback) agar keputusan atau strategi yang telah diambil bisa dievaluasi.

Jurus Sukses seorang Hary Tanoe Jadi Entrepreneurship

Hary Tanoesoedibjo. (Foto: Okezone)

CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) mengatakan, dirinya adalah murni entrepreneur. Saat ini, bahkan dia menyebut nilai perusahaan-perusahaan yang dimilikinya mencapai triliunan rupiah.
Namun, menurut HT, setiap orang mempunyai masing-masing jalan menuju kesuksesan. Maka dari itu, HT menuturkan untuk menjadi seorang yang sukses itu harus memiliki clear destiny dan kefokusan dalam memilih sebuah pilihan.
"Harus fokus, tidak setengah-setengah, sejak awal saya putuskan di pasar modal. Tapi semua orang punya pilihan. Bisa jadi PNS, pegawai, dan sebagainya. Tapi pastikan dengan pilihanmu. Karena hidup hanya sekali," ujar dia, saat acara Young on Top National Conference 2013 di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (28/6/2013).
HT mengungkapkan, terkadang manusia itu tidak mampu untuk konsisten, terkadang mempunyai ambisi besar, tapi ambisi tersebut tidak diikuti oleh kemampuan kapasitas dari masing-masing individunya itu sendiri. Karena, jika sudah memiliki kemampuan yang mengimbangi ambisinya, kelak ingin jadi apapun bisa.
"Kalau punya ambisi besar, pastikan ambisi besar. Kalau tidak mau, ngoyo jangan besar. Kalau punya kemauan pastikan mengikuti prosesnya. Aturan pertama, kalau sudah diputuskan mau jadi profesional pengusaha dan sebagainya," tambahnya.
Maka dari itu, HT menjelaskan cara bagaimana untuk menjadi seorang profesional sukses. Pertama,HT menyebutkan harus fokus pada kualitas dalam hal apapun yang sedang dikerjakan.
"Apapun yang kita kerjakan fokuslah pada kualitas. Banyak orang yang lebih fokus pada kuantitas. Kalau sekolah, pastikan hasil sekolahnya baik," jelasnya.
Kedua, kata HT, fokus pada kecepatan. Mengapa demikian, HT mengatakan, kecepatan pada masa sekarang dunia makin hari makin tak terbatas, perkembangannya mengglobal.
"Speed penting jangan lelet, jangan santai dan menunda-nunda. Kalau bagus tapi pelan maka orang lain sampai duluan. Bagaimana belajar speed produktif desesif," imbuh HT.
Ketiga, sering intropeksi. Di mana individu harus melihat dirinya sendiri, mulai dari kekurangan dan kelebihan. Karena, musuh utama hidup kita itu adalah diri kita sendiri. Jadi intropeksi itu penting, jika ada kekurangan pada diri kita, segera untuk diperbaiki.
"Harus sadar musuh terbesar adalah diri kita sendiri. kita tidak disiplin, ya karena diri kita. Semua yang kita kerjakan itu pilihan kita. Yang malas jadilah rajin. Yang tidak disiplin jadilah disiplin. Yang tidak detil jadilah detil," tukas dia.
Keempat, menurut HT, ialah kesabaran. Saat ini banyak gagalnya pengusaha di tengah jalan, dikarenakan tidak sabar. Karena, sukses itu proses. "Perlu kesabaran. Banyak orang tidak sabar. Sukses itu proses, bukan seketika. Harus mau ikuti proses. Harus tahu hidup tidak linier. Dalam hidup ada pelajaran, wisdom, sabar," tandasnya.